Valorant Banned Sekitar 9 Ribu Cheater Meski Belum Resmi Rilis

Valorant Banned Sekitar 9 Ribu Cheater Meski Belum Resmi Rilis

Valorant diketahui telah melakukan banned terhadap sekitar 9 ribu cheater meski game bergenre FPS ini belum resmi dirilis. Ia baru memasuk tahap closed beta, dan tindakannya menggambarkan keseriusan demi menjaga ekosistem gamplay.

Inovasi-inovasi yang didatangkan Riot Games selaku pengembang diyakini sudah membuat Valorant jadi sorotan para gamers di seluruh dunia, bahkan disebut-sebut bakal “membunuh” kepopuleran Counter Strike: Global Offensive besutan Valve.

Tidak sedikit orang-orang yang antusias untuk menonton para streamer di platform Twitch, bahkan beberapa playe profesional dari game lain mengaku akan beralih ke Valorant. Sang pengembang sepertinya serius dalam meng menghadirkan permainan yang adil.

Seorang ahli desain anti cheat Riot Games, yaitu Philip Koskinas, lewat akun media sosial dirinya mengatakan bahwa Valorant sudah melakukan banned kepada hampir 9 ribu akun pemain yang terindikasi menggunakan cheat.

“Pada dunia Valorant setidaknya terdapat 8873 atau lebih cheater dan membuat kita semua harus memperhatikan hal tersebut,” ujar Philip, Selasa (12/5), di Twitter.

Tentu, angka itu terbilang cukup besar, padahal Valorant sendiri belum bisa diakses oleh publik khususnya gamer. Jika kalian ingin memainkannya, harus mendapatkan “kunci” agar memperoleh akses closed beta dari game.

Riot Vanguard, yang menjadi sistem anti cheat dari game ini punya andil besar. Walau ada kontroversi yang mendampinginya, tindakan banned ini setidaknya bikin para gamer jadi lebih nyaman untuk memainkannya.

Sepak terjang Riot terhadap game besutannya ini juga menjadi sebuah pertanda sekaligus peringatan bagi para cheater untuk tidak melakukan hal yang serupa ke dalam Valorant, atau justru nantinya harus menanggung akibatnya.

Leave a Reply