Remaja Inggris Habiskan Uang Puluhan Juta Rupiah untuk Game FIFA

Remaja Inggris Habiskan Uang Puluhan Juta Rupiah untuk Game FIFA

Seorang remaja berusia 21 tahun asal Inggris bernama Jonathan Peniket telah menghabiskan uang sekitar Rp. 55 juta untuk main game FIFA dalam mode Ultimate Team, yang merupakan tabungan biaya kuliahnya.

Laporan BBC News mengatakan, Jonathan rela menguras koceknya untuk membeli item in-game loot box, di mana dia punya keinginan mengoleksi berbagai macam karakter langka yang ada di dalam game demi memperkuat skuat.

“Karakter tertentu dapat memberikan pemain keuntungan, ada mata uang virtual dan pasar khusus tempat karakter-karakter ini diperdagangkan. Pemain dapat membeli paket (loot box) berisi karakter secara acak,” ujar Jonathan.

Karena bersifat acak, tidak ada jaminan bagi pemain yang membeli loot box secara otomatis mendapatkan karakter yang diincar. Belum lagi, beberapa karakter memiliki rating yang kecil. Sehingga, pemain seakan dipaksa untuk membeli banyak loot box untuk mendapatkan satu buah karakter langka.

“Empat tahun saya menghabiskan banyak uang untuk membeli paket karakter. Seiring berjalannya waktu, saya semakin merahasiakannya sehingga orang tua saya tidak akan tahu berapa banyak uang yang saya habiskan,” ungkapnya.

Jonathan menerangkan, dirinya telah bermain game FIFA sejak kecil. Tapi, kebiasaannya untuk menghabiskan uang di game online baru dimulai sejak tahun 2012 lalu. Dia mengaku, rutin membeli loot box untuk memuaskan rasa penasarannya. Hal itu semakin parah saat memiliki kartu debit sendiri.

“Uang yang telah dikumpulkan orangtua dan kakek nenek saya sebagai tabungan untuk masa depan saya. Saya telah menghabiskan hampir 3.000 Poundsterling (kira-kira Rp. 55 juta),” jelas Jonathan.

Sementara itu, menurut Komite Perjudian asal Inggris House of Lords, kegiatan pembelian barang dengan hadiah acak dianggap sebagai kegiatan perjudian. Pihak pemerintah Inggris berencana untuk mengatur kegiatan tersebut ke dalam undang-undang perjudian.

Di lain pihak, EA Sports selaku publisher resmi FIFA buka suara mengenai kasus yang menimpa Jonathan. Mereka menepis keputusan House of Lords, dan menerangkan jika kegiatan menjual loot box tidak tergolong perjudian.

EA Sports sendiri menyatakan, mode FIFA Ultimate Team tetap bisa dimainkan secara gratis, dan pembelian item in-game merupakan sepenuhnya opsional alias tidak wajib. Adapun, tersemat kemampuan “parental controls”, sehingga para orangtua dapat mengawasi dan membatasi pengeluaran uang untuk pembelian dalam game.

Leave a Reply