Nilai Minus dari Game Bola FIFA 20 Versi SBO

Nilai Minus dari Game Bola FIFA 20 Versi SBO

EA Sports terkenal dengan game yang dikembangkannya seperti FIFA, berbagai kompetisi skala dunia juga dihadirkan oleh mereka, dan sekarang ketika liga sepak bola berhenti karena dampak wabah virus corona, game FIFA 20 bisa jadi alternatif hiburan.

FIFA 20 dianggap merupakan game yang paling realistis, layaknya sepak bola di dunia nyata, ada banyak sekali fitur tersemat di dalamnya untuk memperkaya gameplay sehingga para pemain bisa menjadi betah untuk memainkannya. 

Meski begitu, bukan berarti FIFA 20 sempurna dan tanpa nilai minus, SBO telah merangkum beberapa di antaranya, karena bagaimanapun dalam rangka menjaga ekosistem game ini jadi lebih baik, kita harus tahu apa saja yang mesti diperbaiki.

Jika kalian ingin mengetahui apa saja hal-hal yang menjadi kekurangan dari FIFA 20 versi SBO, menyimak artikel kali ini adalah keputusan yang baik, dan baca tuntas penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Mode The Journey Absen

Mode yang paling menarik dari FIFA salah satunya adalah The Journey, yang mengisahkan perjalanan karier seorang pesepakbola bernama Alex Hunter dan merupakan tokoh fiktif yang dibuat seperti nyata oleh EA Sports.

Pada edisi FIFA 17 silam, The Journey hadir, di mana Hunter memulai kiprahnya di sebuah klub Premier League, sampai kemudian dipinjamkan ke klub divisi bawah. Akhirnya, perjalanan Hunter hingga di FIFA 19, dan sosoknya terdaftar sebagai pemain Real Madrid.

The Journey terbilang menarik, karena kalian bisa mengatur bagaimana karier Hunter berkembang, mulai dari klub apa yang dipilih, tipe pemain seperti apa Hunter, hingga bagaimana cerita Hunter berlangsung. Tapi, modi ini absen di FIFA 20.

Server Bermasalah

Para pemain FIFA, khususnya yang bermain secara online seperti FIFA 20 Ultimate Team (FUT), server yang dihadirkan oleh EA Sports sering kali mengalami masalah, mulai dari delay hingga terjadi down.

Hal ini tentunya mengganggu permainan, laporan Bleacher Report menyatakan, masalah server bisa berakibat pada lag (penundaan) dalam gameplay sampai tidak ada sinkronisasi antara player dengan AI.

Selain itu, kalian terkadang akan mengalami kegagalan untuk bermain friendly secara online, namun terkait ini bisa diatasi dengan mengubah pengaturan IP di Playstation kalian menjadi static mode, walaupun cukup susah untuk mempraktikkannya, dan cara ini tidak melulu sukses.

Career Mode Minim Peningkatan

Mode career merupakan salah satu daya tarik dalam game, namun dari beberapa judul FIFA sebelumnya, di FIFA 20 mode ini tidak menghadirkan peningkatan atau variasi yang signifikan unruk menambah pengalaman bermain.

Kedatangan fitur konferensi pers merupakan satu-satunya hal baru yang dibuat EA Sports untuk FIFA 20, dan keberadaannya cukup membosankan. Belum lagi, masalah dalam negosiasi pemain, jadwal, dan permintaan pemain yang sering tidak masuk akal.

Bisa dibilang, semua fitur dalam Career Mode kali ini mirip dengan edisi lamanya. Alhasil, Joel Embiid, salah satu atlet basket NBA pernah memintah EA Sports untuk bikin perubahan yang berbobot. 

Gameplay

Ingin menang di FIFA 20? Gunakanlah taktik Drop Back, tekan lawan dengan Counter Attack, itu adalah kuncinya. Mudah bukan? Namun ini merupakan nilai minus itu sendiri. Karena, permainan jadi miskin akan variasi, jauh dari kata realistis dengan sepak bola dunia nyata.

Pemain pro FIFA 20 Donovan ‘ Tekkz ‘ Hunt pernah mengutarakan sebuah kritik untuk FIFA 20, baginya tidak ada yang menikmati bermain game ini, sebab gameplay terbilang kaku dan tidak menantang.

“Game FIFA 20 memiliki peluang 50:50 untuk setiap player. Saya bisa mengalahkan orang lain, pun sebaliknya. Saya rasa, permainan di tahun ini tidak menguntungkan karena semua player bisa menang, termasuk yang tidak terampil,” ujarnya seperti dikutip dari Dexerto, Selasa (25/2).

Leave a Reply