Gamer Tunanetra Steve Saylor Dorong Gaming untuk Disabilitas

Gamer Tunanetra Steve Saylor Dorong Gaming untuk Disabilitas

Seorang gamer tunanetra bernama Steve Saylor lewat kanal YouTube “Blind Gamer” miliknya telah mendorong orang-orang untuk membangun ekosistem game yang merangkul para penyandang disabilitas.

Melalui konten-kontennya, Saylor berbagi pengalaman serta memberikan gambaran pandangannya terhadap industri video game. Pria asal Kanada itu mengungkapkan keluhannya terkait absennya para pengembang game akan keberadaan kelompok disabilitas, khususnya tunanetra.

Dia berpendapat, semua pengembang bersaing kuat dalam memberikan kualitas grafik mengagumkan untuk para pemainnya, tetapi, sayang tidak ramah terhadap semua kalangan. Sebab, tidak semua dapat merasakan sensasi bermain game secara adil.

“Ketika para pengembang sibuk menghadirkan game terbaik, mereka melupakan bahwa ada segelintir penyandang disabilitas yang juga ingin bermain. Saya tidak menyerang pihak mana pun, mungkin mereka tidak mengetahui banyak orang seperti saya,” katanya.

Perlu diketahui, Saylor lahir dengan kondisi mata yang disebut Nystagmus. Kondisi ini, bikin mata dia kurang bekerja dengan baik dan susah fokus. Kalau ditanya seberapa buta, dirinya pun tidak bisa memberikan referensi gambaran pasti.

Kendati demikian, dalam videonya yang berjudul “What I See When I’m Playing Video Games,” Saylor memperkirakan pengelihatannya kalau dibandingkan dengan orang normal. Komentar positif pun berdatangan. Langkah menginspirasi ini bisa jadi penggerak para gamer untuk bersuara soal kasus yang dialami Saylor.

Terbukti, ternyata Saylor tidak sendiri. Laporan AbleGamer mengungkapkan, ada 33 juta pemain penyandang disabilitas Amerika yang ingin berkembang di ranah game. Namun, mereka terhalang dengan kurangnya perhatian dari pengembang game yang ingin membuat game khusus untuk mereka.

Apa yang dilakukan Saylot ini, semoga dapat menjadi pematik agar membuka mata para pengembang game untuk menciptakan permainan yang ramah kepada semua kalangan, terutama para penyandang disabilitas.

Leave a Reply